Friday, July 11, 2014

Sanitasi Lingkungan Pasar dan Upaya Pengelolaannya (PASAR GEDEBAGE BANDUNG)

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Sanitasi merupakan salah satu komponen dari kesehatan lingkungan, yaitu perilaku yang disengaja untuk membudayakan hidup bersih untuk mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya dengan harapan dapat menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia. Sanitasi pasar adalah usaha pengendalian melalui kegiatan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pengaruh-pengaruh yang ditimbulkan oleh pasar yang erat hubunganya dengan timbul atau merebaknya suatu penyakit.Kondisi sanitasi di Indonesia memang tertinggal cukup jauh dari Negara-negara tetangga. Dengan Vietnam saja Indonesia hampir disalip, apalagi dibandingkan dengan Malaysia atau Singapura yang memiliki komitmen tinggi terhadap kesehatan lingkungan di negaranya. Jakarta hanya menduduki posisi nomor 2 dari bawah setelah Laos dalam pencapaian cakupan sanitasinya.
Salah satu contoh dari kondisi sanitasi yang buruk di Indonesia adalah sanitasi lingkungan pasar, khususnya pasar tradisional. Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual dan pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan biasanya terdiri dari kios-kios.
Salah satu contoh pasar tradisional yang ada di Indonesia khususnya di daerah Bandung adalah Pasar Gede Bage. Pasar Gede Bage memiliki kondisi sanitasi yang masih belum bisa dikatakan ideal sebagaimana pasar tradisional di negara-negara maju.
Sanitasi sangat menentukan keberhasilan dari paradigma pembangunan kesehatan lingkungan lima tahun ke depan yang lebih menekankan pada aspek pencegahan dari aspek pengobatan. Sehingga adanya upaya perbaikan sanitasi sejak dini kususnya pada pasar tradisional dapat membantu dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat disamping adanya perbaikan sanitasi di lingkungan pasar tradisional.

B.     Problematika
1.      Bagaimana kondisi sanitasi di Pasar Gede Bage ?
2.      Bagaimana upaya pengelolaan sanitasi di Pasar Gede Bage ?

C.     Tujuan Penelitian
1.      Mengetahui kondisi sanitasi di Pasar Gede Bage.
2.      Menjelaskan upaya apa saja yang ditempuh dalam pengelolaan sa
D.    Manfaat Penelitian
1.      Memberikan informasi kepada pembaca mengenai kondisi sanitasi di Pasar Gede Bage.
2.      Memberikan informasi dan pemecahan masalah sanitasi di Pasar Gede Bage.














BAB II
METODE PENELITIAN

Penelitian ini disusun dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting) karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif. Metode penelitian kualitatif ini berisi tentang bahan prosedur dan strategi yang digunakan dalam riset serta keputusan- keputusan yang dibuat tentang desain riset.
Menurut Sutopo (2006: 9), metode pengumpulan data dalam penelitian kualitatif secara umum dikelompokkan ke dalam dua jenis cara, yaitu teknik yang bersifat interaktif dan non-interaktif. Metode interaktif meliputi interview dan observasi berperan serta sedangkan metode noninteraktif meliputi observasi tak berperan serta, teknik kuesioner, mencatat dokumen, dan partisipasi tidak berperan. Sedangkan Sugiyono (2008: 63) mengungkapkan ada empat macam teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan gabungan /triangulasi.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara adalah usaha mengumpulkan informasi dengan mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan untuk dijawab secara lisan pula. Ciri utama dari wawancara adalah kontak langsung dengan tatap muka  (face to face relation ship) antara si pencari informasi dengan sumber informasi (Sutopo 2006: 74).
Observasi hakikatnya merupakan kegiatan dengan menggunakan pancaindera, bisa penglihatan, penciuman, pendengaran, untuk memperoleh informasi yang diperlukan untuk menjawab masalah penelitian. Hasil observasi berupa aktivitas, kejadian, peristiwa, objek, kondisi atau suasana tertentu, dan perasaan emosi seseorang. Observasi dilakukan untuk memperoleh gambaran riil suatu peristiwa atau kejadian untuk menjawab pertanyaan penelitian.
Informasi juga bisa diperoleh lewat fakta yang tersimpan dalam bentuk surat, catatan harian, arsip foto, hasil rapat, cenderamata, jurnal kegiatan dan sebagainya. Data berupa dokumen seperti ini bisa dipakai untuk menggali infromasi yang terjadi di masa silam. Peneliti perlu memiliki kepekaan teoretik untuk memaknai semua dokumen tersebut sehingga tidak sekadar barang yang tidak bermakna.
Jenis wawancara meliputi wawancara bebas, wawancara terpimpin, dan wawancara bebas terpimpin (Sugiyono, 2008: 233). Wawancara bebas, yaitu pewawancara bebas menanyakan apa saja tetapi juga mengingat akan data apa yang dikumpulan. Wawancara terpimpin, yaitu wawancara yang dilakukan oleh pewawancara dengan membawa sederetan pertanyaan lengkap dan terperinci. Wawancara bebas terpimpin, yaitu kombinasi antara wawancara bebas dan wawancara terpimpin.

















BAB III
DESKRIPSI DATA

            Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, penulis menemukan bahwa Pasar Gede Bage masih jauh dari pasar sehat. Akan tetapi, tidak semua unsur di Pasar Gede Bage itu buruk. Ada beberapa unsur yang sudah bisa disebut cukup baik dan memadai, salah satunya adalah kondisi toilet umumnya.
Dari beberapa foto hasil dokumentasi, penulis menemukan bahwa kondisi toilet umum cukup baik dan memadai. Hanya saja, dari beberapa hasil dokumentasi, penulis menemukan bahwa kondisi kesehatan, kebersihan, keindahan, dan kenyamanan di pasar tersebut masih belum bisa dikatakan cukup baik. Banyak sekali sampah yang berserakan di pinggir jalan. Sampah-sampah tersebut datang dari para pedagang dan pengunjung. Namun, dari hasil wawancara dan observasi yang peneliti lakukan, diketahui bahwa penyumbang sampah terbesar adalah penjual karena lebih banyak ditemukan sampah seperti sayuran dan buah-buahan busuk. Selain itu juga saluran air yang terletak di samping pasar tidak mengalir dan sering meluap ketika hujan karena sampah yang menumpuk.











BAB IV
PEMBAHASAN
           
Berdasarkan hasil dari penelitian mengenai kondisi sanitasi Pasar Gede Bage, dapat kita ketahui bahwa kondisi sanitasi di pasar tersebut belum bisa dikatakan baik. Namun bukan berarti kondisi sanitasi di Pasar Gede Bage buruk sepenuhnya. Misalnya saja beberapa kondisi toilet umum di Gede Bage yang cukup baik bagi kesehatan. Hal ini dapat dilihat secara langsung dari kondisi toilet tersebut. Air yang digunakan juga memenuhi tiga syarat air yang baik yaitu, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa.
Dari hasil wawancara dengan beberapa pengelola toilet di Pasar Gede Bage, dapat diketahui bahwa ternyata toilet tersebut merupakan usaha perseorangan. Pihak pasar hanya menyediakan tempat yang kemudian disewakan sebagai toilet umum. Penyewa harus membayar uang sewa setiap bulannya. Diakui bahwa tarif yang dipasang penyewa bagi pengguna toilet digunakan untuk membayar sewa dan perawatan terhadap kondisi toilet tersebut.
Selain kondisi toilet, peneliti juga menemukan banyaknya sampah yang berserakan di lingkungan Pasar Gede Bage. Diketahui bahwa penyumbang sampah terbesar adalah pedagang karena lebih banyak ditemukan sampah sayuran dan buah-buahan busuk yang dibiarkan begitu saja. Hal ini tentu sangat mengganggu kenyamanan dan juga kesehatan di lingkungan Pasar Gede Bage.
Sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pada Pasal 5 UU Pengelolan Lingkungan Hidup No.23 Th.1997, bahwa masyarakat berhak atas Lingkungan hidup yang baik dan sehat. Untuk mendapatkan hak tersebut, pada Pasal 6 dinyatakan bahwa masyarakat dan pengusaha berkewajiban untuk berpartisipasi dalam memelihara kelestarian fungsi lingkungan, mencegah dan menaggulangi pencemaran dan kerusakan lingkungan. Terkait dengan ketentuan tersebut, dalam UU NO. 18 Tahun 2008 secara eksplisit juga dinyatakan, bahwa setiap orang mempunyai hak dan kewajiban dalam pengelolaan sampah. Dalam hal pengelolaan sampah pasal 12 dinyatakan, setiap orang wajib mengurangi dan menangani sampah dengan cara berwawasan lingkungan. Masyarakat juga dinyatakan berhak berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan, pengelolaan dan pengawasan di bidang pengelolaan sampah. Tata cara partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan memperhatikan karakteristik dan tatanan sosial budaya daerah masing-masing. Berangkat dari ketentuan tersebut, tentu menjadi kewajiban dan hak setiap orang baik secara individu maupun secara kolektif, demikian pula kelompok masyarakat pengusaha dan komponen masyarakat lain untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sampah dalam upaya untuk menciptakan lingkungan perkotaan dan perdesaan yang baik, bersih, dan sehat.
Beberapa pendekatan dan teknologi pengelolaan dan pengolahan sampah yang telah dilaksanakan antara lain adalah:
1.      Teknologi Komposting
Pengomposan adalah salah satu cara pengolahan sampah, merupakan proses dekomposisi dan stabilisasi bahan secara biologis dengan produk akhir yang cukup stabil untuk digunakan di lahan pertanian tanpa pengaruh yang merugikan (Haug, 1980). Penelitian yang dilakukan oleh Wahyu (2008) menemukan bahwa pengomposan dengan menggunakan metode yang lebih modern (aerasi) mampu menghasilkan kompos yang memiliki butiran lebih halus, kandungan C, N, P, K lebih tinggi dan pH, C/N rasio, dan kandungan Colform yang lebih rendah dibandingkan dengan pengomposan secara konvensional.
2.      Teknologi Pembuatan Pupuk Kascing
3.      Pengelolaan sampah mandiri
Pengolahan sampah mandiri adalah pengolahan sampah yang dilakukan oleh masyarakat di lokasi sumber sampah seperti di rumah-rumah tangga. Model pengelolaan sampah mandiri akan memberikan manfaat lebih baik terhadap lingkungan serta dapat mengurangi beban TPA. Pemilahan sampah secara mandiri oleh masyarakat di Kota Denpasar masih tergolong rendah yakni baru mencapai 20% (Nitikesari, 2005).
4.   Pengelolaan sampah berbasis masyarakat
Pola pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebaiknya dilakukan secara sinergis (terpadu) dari berbagai elemen dengan menjadikan komunitas lokal sebagai objek dan subjek pembangunan, khususnya dalam pengelolaan sampah untuk menciptakan lingkungan bersih, aman, sehat, asri, dan lestari. Undang-Undang tentang pengelolaan sampah telah menegaskan berbagai larangan seperti membuang sampah tidak pada tempat yang ditentukan dan disediakan, membakar sampah yang tidak sesaui dengan persyaratan teknis, serta melakukan penanganan sampah dengan pembuangan terbuka di TPA. Penutupan TPA dengan pembuangan terbuka harus dihentikan dalam waktu 5 tahun setelah berlakunya UU No. 18 Tahun 2008. Dalam upaya pengembangan model pengelolaan sampah pasar harus dapat melibatkan berbagai komponen pemangku kepentingan seperti pemerintah daerah, pengusaha, LSM, dan masyarakat.
Ada beberapa standar yang dapat menjadi indikator apakah pasar tersebut sehat ditinjau dari kondisi toilet umum, kenyamanan, dan juga kesehatan lokasinya, diantaranya adalah :
1.      Air bersih
-          Tersedia air bersih dengan jumlah yg cukup setiap hari secara berkesinambungan, minimal 40 liter per pedagang.
-          Kualitas air bersih yg tersedia memenuhi persyaratan.
-          Tersedia tendon air yang menjaminn kesinambungan ketersediaan air dan dilengkapi dengan keran yang tidak bocor.
-          Jarak sumber air bersih dengan pembuangan limbah minimal 10 m.
-          Kualitas air bersih diperika setiap enam (6) bulan sekali.
2.      Toilet
-          Harus tersedia toilet laki2 dan perempuan yg terpisah dilengkapi dengan tanda/simbol yg jelas dengan proporsi sbb : Setiap penambahan 40-100 orang harus ditambah satu kamar mandi dan satu toilet.
-          Didalam kamar mandi harus tersedia bak dan air bersih dalam jumlah yang cukup  dan bebas jentik.
-          Lantai dibuat kedap air, tidak licin, mudah dibersihkan dg kemiringan sesuai ketentuan yg berlaku sehingga tidak terjadi genangan.
-          Tersedia tempat sampah yg cukup.
3.      Pengelolaan sampah
-          Setiap kios/los/lorong terseia tempat sampah basah dan kering.
-          Terbuat dari bahan kedap air, tidak mudah berkarat, kuat, tertutup, dan mudah dibersihkan.
-          Tersedia alat angkut sampah yg kuat, mudah dibersihkan dan mudah dipindahkan.
-          Tersedia tempat pembuangan sampah sementara (TPS), kedap air, kuat, kedap air atau kontainer, mudah dibersihkan dan mudah dijangkau petugas pengangkut sampah.
-          TPS tidak menjadi tempat perindukan binatang (vektor) penular penyakit.
-          Lokasi TPS tidak berada di jalur utama pasar dan berjarak minimal 10 m dari bangunan pasar.
-          Sampah diangkut minimal 1 x 24 jam.
A.    Pendekatan Analisis Ekosistem
Ekosistem merupakan tatanan kesatuan secara utuh menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi. Ekosistem merupakan hubungan yang amat kompleks antara organisme dengan lingkungannya, baik biotik maupun abiotik yang secara bersama-sama membentuk sistem ekologi.
Dilihat dari analisis ekosistem mengenai keadaan Pasar Gede Bage, komponen lingkungannya meliputi biotik : hewan atau daging yang dijual, sayur-mayur, buah-buahan, makanan ringan, makanan berat, makanan pokok, rempah-rempah, dan barang lainnya, serta manusia. Sedangkan komponen yang meliputi abiotik atau komponen fisik meliputi : tanah, air, kios, cahaya lampu atau penerangan, energi matahari, alat transfortasi, inftrastruktur, dan sebagainya.
Hubungan antar sesama komponen tersebut, sama-sama saling memengaruhi antara komponen satu dengan komponen yang lainnya. Di dalam lingkungan fisik tadi, terdapat berbagai macam organisme baik secara individu maupun komunitas, yang pastinya akan terjadi saling berinteraksi denag unsur-unsur fisik disekelilingnya.
Jika dijelaskan, maka biotik dan abiotik secara alami akan saling berinteraksi. Sebagai studi kasus, hewan atau daging yang diperjual belikan, ia membutuhkan air untuk dibilas dan dibersihkan dari kotoran, selain itu juga ketika daging tersebut busuk, maka akan mencemari udara dan menimbulkan bau, timbulnya bau pada daging akan dihinggapi lalat dan pengurai lainnya. Ketika daging busuk dibuang ke sampah, ia akan dimakan dan di urai oleh bakteri.
Sama halnya dengan sayuran dan buah-buahan, membutuhkan air untuk dibilas atau dibersihkan, ketika busuk akan menjadi sampah dan mencemari air yang mengalir dalam sungai atau sanitasi yanga terdapat di pasar, banyaknya sayuran yang terlanjur dibuang begitu saja akan menyebabkan banjir dan saluran sungai tersumbat, akibatnya akses jalan tergenang air dan sampah, sehingga merusak sarana jalan, dan banyak merobohkan tanaman, bahkan mematikan tumbuh-tumbuhan yang ditanam di kawasan sungai yang terdapat di pasar tersebut.
Tanah, sebagai komponen fisik, akan memengaruhi sistem sanitasi, kedangkalan tanah akan dikeruk dan dipakai tambal jalan yang bolong, tanah juga berarti untuk menimbun tumbuhan yang hendak ditanam, tanpa tanah tumbuhan tidak akan bisa hidup dan berdiri menjulang, dan setiap tumbuhan dalam berkembang dan bermetamorfosis memerlukan cahaya matahari sebagai penghangat dan pengatur pembuahan untuk menjaga kesetabilan klorofil.
Transportasi dan sarana tidak akan ada di Pasar Gede Bage yang berdiri diatas tanah, tanpa tanah itu sendiri dengan bermacam-macam sarana dan transportasi, para penjual membawa jualannya menggunakan motor dari rumahnya atau tempat produksinya untuk sampai ke pasar, para pembeli tak sedikit menggunakan sarana transportasi angkutan umum untuk pergi ke pasar dan membawa hasil belanjaannya, menuju rumah serta sopir angkot mendapat bayaran dari jasanya untuk mencukupi perekonomian keluarga dan mempertahankan kehidupan keluarganya.
Dalam analisis ekosistem, lingkungan merupakan kesatuan dari dua komponen di atas tadi, yang dipadukan untuk melihat alur dan keterkaitannya masing-masing. Karena dalam ekosistem, tidak ada satupun komponen organisme yang sanggup melangsungkan hidupnya atas kekuatan sendiri tanpa mengandalkan kepada interaksi secara kait-mengait dengan lingkungannya.
Salah satu kaidah ekosistem adalah saat antara berbagai unsur dalam lingkungan seluruhnya terdpat suatu interaksi, slaing memengaruhi yang bersifat timbal balik (crucial interrelationship). Serta dalam ekosistem terjadi keseimbangan yang bersifat dinamis (berubah-ubah, kadang besar kadang kecil yang diakibatkan peristiwa alamiah atau karena ulah manusia) tidak statis.
B.     Pendekatan Analisis Sosiosistem
Menurut Rambo (1983) mengistilahkan hubungan antara sesama manusia dalam kajian ekologi disebut sistem sosial (sosiosistem) bukan ekosistem, sedangkan hubungan manusia dengan komponen lainnya disebut biosistem atau ekosistem. Selanjutnya, dalam sosiosistem selain membentuk interaksi manusia dengan sesamanya, juga ada interaksi antara komponen lain yang mengalir arus energi, materi, dan informasi. Kajian ekologi manusia yang menyangkut pada hubungan antara manusia dengan sesamanya yang menggunakan kaidah-kaidah ekosistem misalnya adaptasi, komunikasi, resiliensi, interaksi dan sebagainya.
Dari uraian pengertian sosiosistem diatas, dapat peneliti analisis dengan objek observasi kami di Pasar Gede Bage. Saat manusia dengan sesamanya saling memerlukan dan menguntungkan, ada objek ekosistem lain dibalik semua itu. Misalnya dalam kasus yang kami temui di Pasar Gede Bage. Antara penjual dan pembeli sendiri secara langung saling memengaruhi, dimana penjual diuntungkan oleh adanya pembeli, dan pembeli dimudahkan mendapatkan apa yang ia butuhkan dari penjual untuk mencukupi kebutuhannya.
Ketika adanya hubungan kausalitas atau timbal balik antara penjual dan pembeli, serta ada ekosistem lain didalamnya, menghasilkan pula hubungan antar manusia yang disebut interaksi, adaptasi dan sosialisasi. Jika seorang penjual dan pembeli tidak ada atau tidak menghasilkan interaksi, bukan transaksi namanya, dan bukan juga hubungan sosiosistem. Tawar menawar salah satu contoh interaksi, adaptasi dan sosialisasi.
Adaptasi manusia dengan sesama manusia misalnya dalam bentuk mengkonsumsi makanan pokok, mahasiswa yang lapar setelah selesai kuliah, mampir di rumah makan yang telah dihidangkan dan dimasak oleh pihak rumah makan, dan mahasiswa teresebut mengkomsumsi hasil kerja pihak rumah makan itu. Dengan adaptasi seperti ini, maka ekosistem interaksi antara manusia dengan sesamanya berlangsung seimbang dan penuh komitmen dan juga integritas dalam ekosistemnya. Selain dari materi yang disebutkan diatas, manusia juga beradaptasi dengan sesamanya dalam bidang nonmateri seperti bahasa, adat istiadat, budaya dan kebiasaan lainnya. Jika kita pergi keluar negeri namun kita tidak bisa berbahasa mereka, maka anak sulit saling memahami dan mengerti, dan tidak akan terjadi adaptasi yang seimbang.






















BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan
Pasar Gede Bage masih belum bisa dikatakan sebagai pasar yang memiliki sistem sanitasi yang baik dan juga masih kurang dalam segi kesehatan dan juga kenyamanan. Namun ada beberapa hal yang bisa disebut cukup baik yaitu kondisi toilet umumnya yang cukup nyaman dan bersih. Akan tetapi, jika dilihat dari kebersihan lingkungan, pasar tersebut masih sangat minim. Terbukti dari banyaknya sampah yang berasal dari penjual maupun pembeli yang tersebar dipinggir jalan. Hal ini tentu mengganggu pemandangan dan juga menunjukan kesehatan dan kenyamanan yang minim. Akibatnya, Pasar Gede Bage menjadi langganan banjir apabila hujan datang.
Dalam menanggulangi masalah yang ditemukan selama penelitian itu diperlukan kesadaran dari seluruh anggota pasar tersebut (penjual dan pembeli). Kita tidak dapat terus menerus mengharapkan pemerintah yang turun tangan dalam menyelesaikan masalah ini. Meskipun pemerintah memiliki program yang baik dalam menyelesaikan masalah ini, namun apabila tidak ada kesadaran dari masyarakat, masalah tersebut akan sulit untuk diselesaikan. Masalah terbesar saat ini di Gede Bage adalah sampah. Ada banyak cara yang bisa dilakukan dalam menyelesaikan masalah ini dan sudah sering digunakan yaitu, teknologi komposting, teknologi pembuatan pupuk kascing, pengelolaan sampah mandiri, dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
B.     Saran
Sanitasi lingkungan dan kenyamanan serta kesehatan di Pasar Gede Bage tidak sepenuhnya buruk namun tidak juga dapat dikatakan baik. Kondisi toilet umum di pasar tersebut cukup baik sedangkan masalah kenyamanan dan kesehatan di lingkungan pasar masih sangat minim terbukti dari sampah yang tersebar di pasar tersebut. Sebagai anggota pasar, sudah sewajarnya kita turut memelihara dan meningkatkan hal yang baik di pasar tersebut dan memperbaiki yang belum baik.
Dalam menanggulangi masalah yang ditemukan selama penelitian itu diperlukan kesadaran dari seluruh anggota pasar tersebut (penjual dan pembeli). Kita tidak dapat terus menerus mengharapkan pemerintah yang turun tangan dalam menyelesaikan masalah ini. Meskipun pemerintah memiliki program yang baik dalam menyelesaikan masalah ini, namun apabila tidak ada kesadaran dari masyarakat, masalah tersebut akan sulit untuk diselesaikan.

Saturday, May 24, 2014

Super Computer

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pemanfaatan komputer mempunyai andil yang besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian pesat saat ini. Penggunaan komputer tidak terbatas pada perhitungan matematis, pengolahan dan penyimpanan data, serta otomatisasi pekerjaan tetapi juga pada pengembangan metode-metode baru pemecahan masalah. Kemampuannya dalam banyak hal ditunjang perkembangan teknologi hardware dan software yang tiada henti, membuat komputer menjadi komponen vital bagi kehidupan manusia modern.
Tuntutan yang terus meningkat dari komputer adalah kapasitas yang semakin besar dan kinerja yang semakin cepat. Hal ini membawa teknologi komputer melalui fase-fase perkembangan yang panjang. Dua hardware utama yang mengalami perkembangan sangat signifikan adalah prosesor dan memori.
Walaupun demikian keduanya memiliki keterbatasan sehingga pengembangan software pun menjadi solusi yang selalu siap mengatasinya. Bisa dikatakan perkembangan teknologi hardware dan software komputer berjalan saling melengkapi satu sama lain.
3
BAB 2
PEMBAHASAN SUPER KOMPUTER
2.1 Pengertian Super Komputer
Superkomputer adalah sebuah komputer yang memimpin di dunia dalam kapasitas proses, terutama kecepatan penghitungan, pada awal perkenalannya. Superkomputer diperkenalkan pada tahun 1960-an, didesain oleh Seymour Cray di Control Data Corporation (CDC), memimpin di pasaran pada tahun 1970-an sampai Cray berhenti untuk membentuk perusahaanya sendiri, Cray Research.
Dia kemudian mengambil pasaran superkomputer dengan desainnya, dalam keseluruhan menjadi pemimpin superkomputer selama 25 tahun (1965-1990). Pada tahun 1980an beberapa pesaing kecil memasuki pasar, yang bersamaan dengan penciptaan komputer mini dalam dekade sebelumnya. Sekarang ini, pasar superkomputer dipegang oleh IBM dan HP, meskipun Cray Inc. masih menspesialisasikan dalam pembuatan superkomputer.
1. Penggunaan
Superkomputer digunakan untuk tugas penghitungan-intensif seperti prakiraan cuaca, riset iklim (termasuk riset pemanasan global, pemodelan molekul, simulasi fisik (seperti simulasi kapal terbang dalam terowongan angin, simulasi peledakan senjata nuklir, dan riset fusi nuklir), analisikrip, dan lain-lain. Militer dan agensi sains salah satu pengguna utama superkomputer.
2. Desain
Superkomputer lebih unggul dalam kecepatan daripada komputer di rumah-rumah biasa dengan menggunakan desain inovatif berbentuk lemari yang membuat mereka dapat melakukan banyak tugas secara paralel, dan juga detail sipil yang rumit. Komputer ini biasanya dikhususkan untuk penghitungan tertentu, biasanya penghitungan angka, dan tidak bagus hasilnya dalam tugas umum. Hirarki memorinya didesain secara hati-hati untuk memastikan prosesornya tetap menerima data dan instruksi setiap saat; dalam kenyataan, perbedaan performa dengan komputer biasa terletak di hirarki memori dan komponennya. Sistem I/Onya juga didesain supaya bisa mendukung bandwidth yang lebar.
4
Seperti dengan sistem paralel pada umumnya, hukum Amdahl berlaku, dan superkomputer didesain untuk menghilangkan kelemahan susunan seri, dan menggunakan hardware sistem paralel untuk mempercepat dari kelemahan sempitnya bandwidth.
3. kecepatan pengolahan data superkomputer
Kecepatan superkomputer diukur dengan satuan FLOPS (Floating Point Operations per Second). Kecepatan superkomputer rata2 adalah pada level TeraFLOPS (TFLOPS) yaitu level 10 pangkat 12 dan PetaFLOPS (PFLOPS) yaitu level 10 pangkat 15 atau sama dengan kecepatan 1000 triliun floating proses/detik. Petaflop maksudnya jumlah operasi yang bisa dilakukan, tidak sama dengan kb/s atau gb/s. 1 petaflop = 10^15 (1.000.000.000.000.000) flops. Misalkan Superkomputer mempunyai kecepatan 33,68 maka super komputer ini bisa melakukan 33,68 x 10
5
pangkat 15 operasi/detik. Kalau prosesor intel i7 kira-kita 7 GFlop= 7x10^ 9. Jadi Tianhe-2 lebih cepat hampir 5 juta kali dari komputer berprosesor intel i7.
2.2 Sejarah Dan Perkembagan
Sejarah Super Komputer telah dimulai ketika komputer itu sendiri lahir. Pada saat permulaan era digital, Piranti seperti Colossus Mark 1 dan 2, serta ENIAC berukuran sangat besar dan mampu memenuhi satu ruangan. Term ‘supercomputer’ baru muncul pada era 60-an, dan selalu dihubungkan dengan seseorang bernama Seymour Cray. Cray sekarang juga digunakan sebagai nama salah satu superkomputer. Dia mulai mendesain mesin-mesin saat masih bekerja pada Control Data Corporation (CDC), sebuah perusahaan yang telah memproduksi komputer-komputer tercepat pada saat itu. Cray berencana membuat sebuah komputer yang 50 kali lebih cepat daripada computer tercepat yang dijual oleh CDC pada saat itu, yaitu 16044 8-bit. Pekerjaan itu menyita waktunya beberapa tahun, sehingga menimbulkan kekhawatiran di manajemen CDC, namun pada 1964 CDC 6600 keluar.
Hingga era 60-an, kemampuan processing komputer diukur dari seberapa banyak operasi per detik (OPS/operations per second) yang dapat dilakukan. Colossus dapat melakukan 5,000 OPS, ENIAC 100,000 OPS, dan mesin tercepat tahun 50-an milik IBM yang bernama AN/FSQ-7 ‘hanya’ mampu mencapai 400,000 OPS. Saat CDC 6600 muncul, IBM telah menggandakan hingga 3 kali kecepatan tersebut berkat diadopsinya transistor. Ketika itu pengukuran telah berubah dari integer OPS menjadi floating point (FLOPS). CDC 6600 dapat mencapai 3 MFLOPS atau setara 3 juta FLOPS.
Lompatan yang dilakukan oleh CDC 6600 telah melahirkan sebuah konsep yang kita kenal sekarang dengan supercomputer. Lima tahun kemudian, CDC membuat langkah yang lebih besar. CDC 7600 mampu mencapai 10 kali kemampuan 6600, yaitu hingga 36 MFLOPS, dan trend pun terus berlanjut dengan STAR-100 yang mencapai 100 MFLOPS lima tahun kemudian. Dalam dua tahun berikutnya, Seymour Cray keluar CDC untuk membentuk perusahaannya sendiri. Produk pertamanya, Cray 1, mencapai 250 MFLOPS pada 1976.
Sejak itu, performa supercomputer meningkat setiap dekade. Superkomputer pertama yang mencapai GFLOPS (GigaFLOPS atau 1000 MFLOPS) muncul pada 1986 yaitu Cray2. Lalu Superkomputer pertama yang mencapai TFLOP (TeraFLOPS atau 1000 GFLOPS) dicapai oleh ASCI Red milik Intel pada 1997. Pada 2008, Roadrunner milik
6
IBM menjadi superkomputer pertama yang mencapai PFLOP (PetaFLOPS atau 1000 TFLOPS). Roadrunner masih menjadi superkomputer tercepat saat ini.
Perkembangan kemampuan superkomputer dapat dilihat dari perbandingan berikut : komputer desktop yang tercepat saat ini menggunakan processor quad-core dalam satu PC dapat mencapai hingga lebih dari 50 GFLOPS, angka yang sama dengan yang di capai oleh superkomputer-superkomputer pada awal 1990-an.
Kemampuan sebesar itu didapat dengan menggabungkan ratusan, ribuan, bahkan jutaan prosesor yang bekerja secara parallel. Namun di era internet saat ini, paradigma parallel computing telah meluas ke skala global. Superkomputer tidak hanya dibangun dalam satu ruang menjadi satu kesatuan, namun dapat dibangun dengan memanfaatkan komputer-komputer personal yang terhubung ke internet. Roadrunner mungkin superkomputer tunggal yang tercepat, namun ada satu superkomputer terdistribusi yang mencapai 4,27 PFLOPS. Sistem itu adalah suatu project bernama Folding@Home. Folding@Home adalah sebuah project distributed computing yang bertujuan untuk mensimulasi pembentukan protein yang digunakan untuk membuat obat bagi penderita Alzheimer, Parkinson, Mad Cow, dan lain-lain. Kita dapat berpartisipasi dengan mendownload program dari situs F@H, dan program itu akan menggunakan resource kita saat idle dan mengirimkan hasil komputasi ke server. Dengan kombinasi jutaan PC di dunia yang terhubung internet sistem distributed computing ini dapat mencapai kecepatan tersebut.
Teknologi dan kemampuan superkomputer saat ini masih terus berkembang. IBM sedang mengembangkan sebuah superkomputer bernama Sequoia yang direncanakan selesai tahun 2012. Sequoia dirancang untuk mencapai 20 PFLOPS atau 20 kali superkomputer tercepat saat ini Roadrunner (1,1 PFLOPS).
2.3 Super Komputer Masa Kini
Salah satu produk superkomputer buatan Cray Inc. yang berbasis di Oak Ridge National Laboratory, Tennesssee, memasuki daftar teratas dalam daftar Top 500 superkomputer tercepat dunia. Kecepatannya mencapai 1,7 Petaflops, artinya mampu mengerjakan 1,7 Kuadriliun operasi komputasi per detik. Sementara itu, Dawning nebulae superkomputer buatan Cina, yang ada di National Supercomputing Center di Shenzhen, China, menempel ketat di belakang Jaguar dengan 1,27 Petaflops per detik. Bahkan, tidak lama lagi pendatang baru dari IBM, Sequoia siap menyaingi keduanya.
7
Diharapkan, tahun 2011 IBM menyelesaikan Sequoia yang memiliki performa 20 kali lebih super dibanding Roadrunner atau lebih besar dari 400.000 prosesor dengan CPU 3 GHz quadcore. Berapa besar 20 Petaflops ini? IBM menganalogikannya ”kalkulasi yang dihitung Sequoia selama satu hari, membutuhkan 1000 tahun dan 6 milyar orang untuk menghitungnya dengan kalkulator”.
Setelah mengetahui performa yang begitu luar biasa, timbul pertanyaan, apa kegunaan superkomputer? Apa saja yang sanggup dilakukannya? Salah satu jawabannya adalah untuk penelitian dan pengetahuan. Contoh yang dapat dilihat adalah untuk simulasi proses alam dengan kendali komputer. Dengan superkomputer dapat diketahui bagaimana racun menyebar dalam tanah dan membutuhkan waktu hingga ia terurai. Kita juga dapat mengkalkulasi arus magnet dalam inti bumi, mensimulasi pembentukan galaksi, menampilkan apa yang terjadi saat supernova, atau bagaimana efek tembakan laser pada berbagai material (penting untuk penelitian dan pengembangan akselerator partikel seperti yang digunakan untuk menangani penyakit tumor).
Dengan superkomputer, efek inovasi obat-obatan juga dapat diteliti tanpa harus menyiksa hewan-hewan sebagai media percobaan. Bahkan, superkomputer mampu meramalkan kapan gempa bumi berikutnya yang akan terjadi di suatu belahan dunia dan area mana saja yang terkena dampaknya. Dan juga sekarang supercomputer banyak digunakan dalam penyelesaian masalah kompleks seperti fisika kuantum, peramalan cuaca, penelitian iklim, pemodelan molekul, dan simulasi percobaan fisika. Semua permasalahan di atas membutuhkan perhitungan yang cepat dan tepat sehingga penggunaan supercomputer sangatlah tepat jika dibandingkan dengan menggunakan komputer biasa (PC).
Superkomputer sangat penting bagi penelitian, jelas Klaus Wolkersdorfer, kepala bagian sistem komputer performa tinggi di pusat penelitian di Jülich, Jerman. Di samping teori dan eksperimen, superkomputer telah berkembang menjadi pilar ketiga dalam dunia sains.
Inilah daftar superkomputer terbaik di dunia: Rank Company Computer 1. Titan (Oak Ridge National Laboratory, AS) kecepatan proses 17,6 petaflop. CPU berbasiskan AMD Cray dan GPU Nvidia dengan total 560.640 inti. 2. Oak Ridge National Laboratory United States Jaguar - Cray XT5-HE Opteron Six Core 2.6 GHz Cray Inc.
8
3. National Supercomputing Centre in Shenzhen (NSCS) China Nebulae - Dawning TC3600 Blade, Intel X5650, NVidia Tesla C2050 GPU Dawning 4. DOE/NNSA/LANL United States Roadrunner - BladeCenter QS22/LS21 Cluster, PowerXCell 8i 3.2 Ghz / Opteron DC 1.8 GHz, Voltaire Infiniband IBM 5. National Institute for Computational Sciences/University of Tennessee United States Kraken XT5 - Cray XT5-HE Opteron Six Core 2.6 GHz Cray Inc. 6. Forschungszentrum Juelich (FZJ) Germany JUGENE - Blue Gene/P Solution IBM 7. NASA/Ames Research Center/NAS United States Pleiades - SGI Altix ICE 8200EX/8400EX, Xeon HT QC 3.0/Xeon Westmere 2.93 Ghz, Infiniband SGI 8. National SuperComputer Center in Tianjin/NUDT China Tianhe-1 - NUDT TH-1 Cluster, Xeon E5540/E5450, ATI Radeon HD 4870 2, Infiniband NUDT 9. DOE/NNSA/LLNL United States BlueGene/L - eServer Blue Gene Solution IBM 10. Argonne National Laboratory United States Intrepid - Blue Gene/P Solution IBM 11. Sandia National Laboratories / National Renewable Energy Laboratory United States Red Sky - Sun Blade x6275, Xeon X55xx 2.93 Ghz, Infiniband Sun Microsystems
9
2.4 PREDIKSI SUPER KOMPUTER YANG AKAN DATANG
1. Super Komputer: 10 tahun lagi mencapai exaflops
Teknologi dan inovasi Superkomputer akan terus berlanjut. Saya memperkirakan 10 tahun lagi akan hadir super komputer yang mampu menembus batas Exaflops. Namun, saya tidak tahu persis apakah sebuah pembangkit tenaga nuklir mampu menyuplai listrik bagi sebuah pusat komputasi semacam itu, karena ukuran superkomputernya akan sebesar sebuah kota dan akan menjadi sebuah mega proyek raksasa, ujar Cornelius.
2. Super Komputer Yang Mampu Memprediksi Masa Depan.
Sebuah rencana besar sedang dipersiapkan dengan matang oleh sekitar 30 peneliti di bidang IT di Eropa, yaitu perancangan sebuah superkomputer bernama Living Earth Simulator (LES). Komputer ini bukan komputer biasa karena nantinya ia memiliki kemampuan untuk menyimulasikan hal apa pun yang ada dan terjadi di bumi menggunakan semua data yang berasal dari Twitter maupun statistik pemerintah untuk memetakan pergerakan sosial dan memprediksikan krisis ekonomi selanjutnya. Ya, komputer ini mampu “melihat” tren yang sedang berkembang di masyarakat dan menganalisisnya untuk memprediksikan kondisi di masa depan hanya dengan mengumpulkan data yang ada di internet.
Dirk Helbing, salah satu pemimpin proyek ini menyatakan bahwa saat ini banyak permasalahan yang dihadapi masyarakat dunia, termasuk ketidakstabilan ekomoni dan sosial, peperangan, dan penyebaran wabah penyakit. Semua hal tersebut dipengaruhi oleh perilaku manusia tetapi di sisi lain banyak pihak yang tidak menyadari cara kerja kemasyaralatan dan perekonomian. Proyek LES diklaim akan mampu memprediksikan penyebaran wabah penyakit (contohnya flu burung), mengidentifikasi metode untuk menanggulangi perubahan iklim, dan bahkan “melihat” krisis ekonomi yang akan datang. Keseluruhan kemungkinan ini membuat LES akan menjadi hardware yang akan menampung data dengan jumlah yang luas biasa besar dan menganalisisnya dengan skala raksasa. Diharapkan LES dapat menggunakan segudang data yang ada di internet untuk memprediksi krisis ekonomi yang akan datang.
Proyek berbujet 900 juta poundsterling ini mendapatkan skeptisisme di kalangan beberapa peneliti yang melihatnya sebagai rencana yang tidak realistis dan terlalu ambisius. “Ranah sosial dan perilaku manusia terlalu sulit untuk dianalisis karena tren sosial tidak hanya kompleks namun juga berubah seiring berjalannya
10
waktu. Kekompleksitasan dunia terlalu besar. Bahkan kami tidak dapat membuat pola cuaca untuk waktu lebih dari beberapa hari,” ujar Iain Begg, profesor Studi Eropa, Sekolah Ekonomi London.
2.5 Contoh hubungan antara cloud computing dan super komputer
Komputer Super Fujitsu Terpilih untuk Mendukung Proyek National Computational Infrastructure (NCI) Australia
Performa secara teoritis 1,2 petaflop akan menjadikannya sebagai salah satu komputer super tercepat di dunia; Proyek NCI menggunakan klaster x86 HPC terbesar dari merek apapun di Belahan Bumi bagian Selatan, dan penggunaan PRIMERGY terbesar di seluruh dunia.
Tokyo, 15 Juni 2012 — Fujitsu telah terpilih untuk menghadirkan dan membangun komputer super baru, sekaligus mengukuhkan kerja sama dengan National Computational Infrastructure (NCI)(1) yang diprakarsai oleh Australian National University (ANU) guna menyediakan layanan komputasi canggih bagi komunitas riset Australia. Komputer super dengan klaster x86 terbaru yang berbasis server Fujitsu PRIMERGY akan dipasang pada datacenter baru di Canberra, Australia mulai pertengahan Desember 2012, dengan jadwal serah terima pada awal tahun 2013. Selain pembangunan dan pemasangan, kontrak dalam proyek ini termasuk kerja sama untuk sejumlah proyek riset, terutama terkait pemodelan cuaca dan iklim.
Super komputer baru itu menawarkan performa secara teroritis sebesar 1,2 petaflop(2) dengan kapasitas penyimpanan data hingga 12 petabyte. Komputer super ini didukung oleh teknologi klaster x86 dan tediri dari 50 rak berisi node komputasi 3.592 PRIMERGY CX250 yang dilengkapi dengan 7.184 CPU di dalam 898 sasis PRIMERGY CX400.
Fujitsu terpilih untuk menawarkan teknologi PRIMERGY x86 agar dapat memenuhi persyaratan yang ketat dari ANU dalam hal kebutuhan kinerja, efisiensi serta benchmarking. Disain HPC inovatif sudah mengikuti standard industri, yang akan menawarkan performa harga yang lebih baik; akses yang lebih besar terhadap aplikasi vendor piranti lunak; sekaligus menyederhanakan proses migrasi aplikasi teknologi x86.
ANU dan Fujitsu akan bekerja sama dalam banyak proyek terkait ilmu komputasi termasuk cuaca, iklim, pencegahan bencana, dan penggunaan komputer super yang lebih maju. Riset ini, yang direncakan akan berlangsung hingga 4 tahun ke depan, akan
11
menggunakan komputer super Fujitsu PRIMEHPC FX10(3), dengan kinerja yang lebih baik pada teknologi komputer super Fujitsu “K-Computer“(4) serta komputer bertipe klaster x86 terbaru. Melalui gabungan teknologi komputer super yang ditawarkan Fujitsu serta keahlian aplikasi yang maju buatan para periset Australia, kerja sama ini akan menuju pengembangan infrastruktur komputer super yang berkinerja lebih tinggi.
Terkait dengan peran komputer super baru itu, Vice-Chancellor ANU Profesor Ian Young mengatakan: "Komputer super baru itu akan menawarkan kemampuan yang dibutuhkan Australia dalam menghadapi berbagai tantangan nasional. Ini akan membawa penelitian Australia ke jenjang baru seperti pemodelan cuaca dan iklim, relasi komputasi, partikel fisika, astronomi, ilmu pengetahuan yang bersifat material, mikrobiologi, nanoteknologi dan fotonik."
Mike Foster, Chief Executive Officer Fujitsu Australia dan New Zealand, mengatakan: "Saat semuanya sudah selesai, Komputer Super NCI akan menjadi salah satu computer tercepat dan terbesar di dunia. Hal ini menunjukkan kemampuan Fujitsu untuk memanfaatkan sumber daya global untuk kemudian digabungkan dengan kemampuannya yang kuat dalam layanan cloud, pengembangan aplikasi dan layanan yang terkelola di tingkat lokal. Kami bangga dapat membantu ANU dan NCI dalam memainkan perannya yang vital sebagai salah satu pemimpin dalam kegiatan penelitian di Australia."
Masahiko Yamada, Presiden Unit Technical Computing Solutions Fujitsu, mengatakan: "Tujuan Fujitsu adalah berkontribusi kepada masa depan yang lebih cerah dengan menggunakan manfaat dari komputer super. Agar dapat menyelesaikan proyek ini, yang dibutuhkan adalah kerja sama dari para peneliti dan ilmuwan dari seluruh dunia. Inilah mengapa kami sangat bersemangat untuk memberikan solusi HPC dan bekerja sama dengan ANU pada proyek NCI. Kerja sama ini seharusnya dapat menghasilkan sesuai dalam hal pemodelan iklim dan bidang-bidang lain yang dapat bermanfaat bagi Australia dan dunia.
12
BAB 3
SIMPULAN
4.1 Simpulan
1. Kelebihan
a) Dapat melakukan perhitungan cepat
Superkomputer dibuat khusus untuk melakukan perhitungan cepat bahkan sampai triliunan operasi perdetik
b) Mempunyai spesifikasi yang tinggi
Bukan superkomputer namanya jika tidak mempunyai spesifikasi yang tinggi karena superkomputer memerlukan hardware yang berkemampuan tinggi ntuk melakukan perhitungan, bahkan core dari superkomputer bisa mencapai puluhan ribu core, bandingkan dengan komputer biasa yang hanya mempunyai 2 sd 4 core (yang umum sekarang).
c) Mempunyai perhitungan yang mendekati
Maksud perhitungan yang mendekati adalah perhitungan dari hal yang sebenarnya, seperti perhitungan nanometal, simulasi nuklir, simulasi bencana alam dll.
d) Respon yang cepat
Dengan spesifikasi yang tinggi, memory yang super besar dan sistem software yang canggih tentu saja memungkinkan superkomputer dapat merespon setiap pertanyaan atau setiap perintah dari usernya dengan cepat dan tepat.
2. Kekurangan
a) Harga mahal
superkomputer mempinyai spesifikasi hardware yang sangat besar dan sangat canggih, tentu saja memerlukan budget yang tidak sedikit.
b) Sulit untuk mendapatkannya
kesulitan untuk mendapatkannya yaitu karena sedikitnya permintaan dan tidak semua hal perlu dikerjakan oleh superkomputer, karena superkomputer hanya digunakan untuk penggunaan yang memerlukan perhitungan yang sangat kompleks.
13
c) Memakan banyak tempat
karena mempunyai komponen yang banyak dan kompleks superkomputer memerlukan tempat untuk menempatkan komponen-komponennya yang tidak sedikit, jadi superkomputer dapat memakan tempat.
d) Boros daya
daya yang di butuhkan superkoputer sangat besar karena superkomputer menggunakan banyak hardware yang berkemampuan tinggi sehingga memerlukan daya yang tingggi pula.
e) Sulit dalam perawatan
Masih sangat sulit untuk superkomputer untuk mendapatkan perawatan jika rusak, karena sangat sedikit sekali yang dapat memperbaikinya, melainkan harus pergi ke perusahaan pembuatnya, berbeda dengan laptop atau PC biasa karena sangat banyak orang yang dapat memperbaikinya dibanding dengan superkomputer.

Download Makalah Super Computer.pdf

Data Center

BAB I PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Perkembangan IT saat ini menuju dengan konsep-kosep social networking, openess, share, colaborations, mobile, easy maintenance, one click, terdistribusi / tersebar, scalability, Concurency dan Transparan, Saat ini terdapat trend teknologi yang masih terus digali dalam penelitian-penelitian para pakar IT di dunia, yaitu Cloud Computing. Akses data dari mana saja dan menggunakan perangkat fixed atau mobile device menggunakan internet cloud sebagai tempat menyimpan data, applications dan lainnya yang dapat dengan mudah mengambil data, download applikasi dan berpindah ke cloud lainnya, hal ini memungkinkan kita dapat memberikan layanan aplikasi secara mobile di masa depan. Trend ini akan memberikan banyak keuntungan baik dari sisi pemberi layanan (provider) atau dari sisi user.
Trend saat ini adalah dapat memberikan berbagai macam layanan secara teristribusi dan pararel secara remote dan dapat berjalan di berbagai device, dan teknologinya dapat dilihat dari berbagai macam teknologi yang digunakan dari proses informasi yang dilakukan secara otsourching sampai dengan penggunaan eksternal data center. Cloud Computing merupakan model yang memungkinkan dapat mendukung layanan yang disebut ”Everything-as-a-service” (XaaS). Dengan demikian dapat mengintegrasikan virtualized physical sources, virtualized infrastructure, seperti juga sebaik virtualized middleware platform dan aplikasi bisnis yang dibuat untuk pelanggan didalam cloud tersebut. Makalah ini mengulas tentang Data Center yang merupakan salah satu bentuk pemanfaatan teknologi cloud computing.
I.2 Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah mengetahui hubungan antara Data Center dengan Cloud Computing dan teknologi di masa mendatang untuk Data center.
I.3 Manfaat
Manfaat dari makalah ini adalah sebagai sumber referensi baru tentang hubungan antara Data Center dengan Cloud Computing dan teknologi di masa mendatang untuk Data center.
.
2
BAB II GAGASAN
II. 1 Pengertian Data Center
Data Center atau pusat data adalah sebuah tempat untuk meletakkan server beserta perangkat jaringan lainnya untuk menyimpan data khusus. Rungan untuk sebuah data center ini harus didesain secara khusus karena untuk data center ini membutuhkan sebuah lingkungan yang sangat spesifik. Tempat yang ideal untuk di jadikan data center yakni harus memiliki tempertaur mulai dari dari 18 0C sampai 23 0C. Selain temperatur, ruangan data center ini harus mempunyai kelembaban tertentu dan tekanan tertentu yang dapat di sesuaikan dengan server dan perangkat untuk jaringannya.
Perkembangan dari sebuah data center indonesia sangat maju, ini ditunjukkan dari mulai banyak perusahaan jasa penyimpanan data pusat. Data center ini sangat dibutuhkan oleh sebuah perusahaan yang mulai berkembang sebagai penunjang operasioanal dari sebuah perusahaan dalam menyimpan sejumlah data yang dianggap penting. Biasanya data center ini memliki fasilitas yang cakupannya meliputi perangkat listik redundan yang berfungsi sebagai cadangan. Koneksi dalam komunikasi data juga sebagai sebuah cadangan apabila data yang di simpan mengalami kerusakan atau tidak dapat diakses.
Data center juga harus mempunyai alat kontrol lingkungan, misal AC, ventilasi, alat pencegah bahaya kebakara, dan alat untuk keamanan secara fisik. Dalam data center ini terdapat ratusan hingga ribuan, ratusan ribu bahkan jutaan server yang menyimpan semua data secara online selama 24 jam x 7 hari.
Dalam model data center yang baru, ada tiga komponen utama dalam data center yaitu application layer, Interactive service layer dan Data center networked infrastructure layer. Dasar arsitektur three tier data center digambarkan dalam gambar 1, ada tiga layer.
o Layer pertama adalah application layes. Layer ini biasanya digunakan pada pengguna sebagai pengguna layanan.
o Layer kedua adalah interactive service layer yang digunakan sebagai jembatan penghubung antara pengguna dan server melalui koneksi dengan internet atau alat koneksi lain. Layer ini menyediakan layanan untuk pengguna. Ketika pengguna mengirimkan request/permintaan, itu sebagai input layer yang akan dianalisis dan membawa request ke layer selanjutnya agar layanan terlaksana. Untuk memberikan
availability dan reliability yang tinggi dalam data center, maka mesin yang diimplementasikan harus lebih dari satu. Jika satu mesin mati, maka tidak akan mengganggu sistem.
3
o Layer terakhir adalah infrastuktur jaringan data center. Layer ini disediakan dalam tiga bagian yaitu network, compute, dan infrastruktur storage. Layer network menyediakan keamanan dan akses yang reliable untuk layer compute seperti Ethernet dan IP untuk menghubungkan pengguna dengan sumber data. Layer compute menyediakan sumber computing seperti server dan mainframe yang menjalankan aplikasi yang diminta oleh pengguna. Server menghubungkan interkoneksi sumber computing dan menyediakan akses untuk layer storage. Layer storage menyimpan data yang digunakan oleh aplikasi pada subsistem penyimpanan seperti drive penyimpanan dan drive tape. Layer storage/penyimpanan menggunakan switch storage dan platform transportasi optical untuk interkoneksi dan menyediakan akses untuk sumber disk dalam dan antara data center.
.
II. 2 Sejarah Data Center
Data center pertama kali dikembangkan oleh ENIAC pada tahun 1946. Data center ini dibangun oleh U.S. Army Ballistic Research Laboratory dan digunakan untuk menyimpan kode arliteri. Sama seperti perkembangan internet pada awalnya data center ini digunakan untuk keperluan militer atau perang. ENIAC terakhir digunakan tahun 1955.
Setelah itu, transistorized computer (TRADIC) ditemukan oleh IBM pada tahun 1954 dan dikembangkan untuk menggantikan vacuum-tube based systems yang pada saat tersebut populer digunakan. Pada tahun 1960-an, IBM melakukan komersialisasi dari teknologi tersebut. Pada tahun 1972 IBM pertama kali berhasil mengkomersialisasi dari teknologi tersebut. Pada saat itu, TRADIC digunakan untuk mensupport pemerintahan.
Pada tahun 1964, CDC6000 dibuat oleh Control Data Corporation dan dikenal sebagai super komputer pertama di dunia. CDC6000 didesain dengan menggunakan processor dengan kecepatan 40 MHz dengan 10 mesin tambahan yang kemudian dikenal sebagai Reduced Instruction Set (RISC). CDC6000 dapat mempertahankan kecepatan 1 MFlops (maksimal 3 MFlops). Pada saat itu, CDC6000 dikenal sebagai komputer tercepat dan digunakan hingga tahun 1977. Harga CDC6000 pada masanya dijual dengan harga 8 Juta USD, atau setara dengan 60 Juta USD saat ini.
Terakhir pada tahun 2013, tiga peneliti dari data center transformation yaitu Jakob Carnemark, Earl Keisling, Gerald McDonnell berhasil menghasilkan TELUS, yaitu Smart, Ultra-Green modular data center pabrikan Skanska. Jakob Canemark pencetus dari desain dari data center tersebut, termasuk intelligent management software sangat yakin atas sistem pendingin dari green data center yang dia rancang. Gambar 1.3 CDC (Control Data Corporation)
4
dia mengklaim bahwa sistem pendingin Inertech ini 80% lebih efisien dibandingkan pendingin air konvensional.
II. 3 Syarat Utama Data Center
Disain dan perencanaan data center harus memperhatikan minimum aspek-aspek berikut :
 Lokasi aman, memenuhi syarat sipil bangunan, geologi, vulkanologi, topografi
 Terproteksi dengan sistem cadangan, untuk sistem catudaya, pengatur udara/lingkungan, komunikasi data
 Menerapkan tata kelola standar data center meliputi :
o Standar Prosedur Operasi
o Standar Prosedur Perawatan
o Standar dan Rencana Pemulihan dan Mitigasi Bencana
o Standar Jaminan Kelangsungan Bisnis
II. 4 Service dan Kriteria Perancangan Data Center
Servis utama yang secara umum diberikan oleh data center adalah sebagai berikut:
 Business Continuance Infrastructure. (Infrastruktur yang Menjamin Kelangsungan Bisnis).
Aspek-aspek yang mendukung kelangsungan bisnis ketika terjadi suatu kondisi kritis terhadap data center. Aspek-aspek tersebut meliputi kriteria pemilihan lokasi data center, kuantifikasi ruang data center, laying-out ruang dan instalasi data center, sistem elektrik yang dibutuhkan, pengaturan infrastruktur jaringan yang scalable, pengaturan sistem pendingin dan fire suppression.
 DC Security Infrastructure (Infrastruktur Keamanan Data Center).
Terdiri dari sistem pengamanan fisik dan non fisik pada data center. Fitur sistem pengamanan fisik meliputi akses user ke data center berupa kunci akses memasuki ruangan (kartu akses atau biometrik) dan segenap petugas keamanan yang mengawasi keadaan data center (baik di dalam maupun di luar), pengamanan fisik juga dapat diterapkan pada seperangkat infrastruktur dengan melakukan penguncian dengan kunci gembok tertentu. Pengamanan non fisik dilakukan terhadap bagian software atau sistem yang berjalan pada perangkat tersebut, antara lain dengan memasang beberapa perangkat lunak keamanan seperti access control list, firewalls, IDSs dan host IDSs, fitur - fitur keamanan pada Layer 2 (datalink layer) dan Layer 3 (Networks layer) disertai dengan manajemen keamanan.
 Application Optimization (Optimasi Aplikasi).
Akan berkaitan dengan layer 4 (transport layer) dan layer 5 (session layer) untuk meningkatkan waktu respon suatu server. Layer 4 adalah layer end-to-end yang paling bawah antara aplikasi sumber dan tujuan, menyediakan end-to-end flow control, end-to-end error detection & correction, dan mungkin juga menyediakan congestion control tambahan. Sedangkan layer 5 menyediakan 11
5
riteri dialog (siapa yang memiliki giliran berbicara/mengirim data), token management (siapa yang memiliki akses ke resource bersama) serta sinkronisasi data (status terakhir sebelum link putus). Berbagai isu yang terkait dengan hal ini adalah load balancing, caching, dan terminasi SSL, yang bertujuan untuk mengoptimalkan jalannya suatu aplikasi dalam suatu sistem.
 Infrastruktur IP .
Infrastruktur IP menjadi servis utama pada data center. Servis ini disediakan pada layer 2 dan layer 3. Isu yang harus diperhatikan terkait dengan layer 2 adalah hubungan antara server farms dan perangkat layanan, memungkinkan akses media, mendukung sentralisasi yang reliable, loop-free, predictable, dan scalable. Sedangkan pada layer 3, isu yang terkait adalah memungkinkan fast convergence routed Networks (seperti dukungan terhadap default gateway).
Kemudian juga tersedia layanan tambahan yang disebut Intelligent Network Services, meliputi fitur fitur yang memungkinkan application Services network-wide, fitur yang paling umum adalah mengenai QoS (Quality of Services), multicast (memungkinkan kemampuan untuk menangani banyak usir secara konkuren), private LANS dan policy-based routing.
 Media Penyimpanan.
Data Center juga digunakan sebagai pusat seluruh data – data yang diakses oleh semua klien yang terhubung, tentunya didukung dengan kapasitas memori yang besar pula. Agar dapat melayani klien dengan kualitas yang baik, karena klien bisa saja mengakses data secara bersamaan dengan kapasitas yang besar.
Dalam melakukan perancangan terhadap sebuah data center, harus diperhatikan untuk tujuan mendapatkan data center sesuai dengan kriteria berikut:
 Availability
Data center diciptakan untuk mampu memberikan operasi yang berkelanjutan dan terus-menerus bagi suatu perusahaan baik dalam keadaan normal maupun dalam keadaan terjadinya suatu kerusakan yang berarti atau tidak. Data center harus dibuat sebisa mungkin mendekati zero-failure untuk seluruh komponennya.
 Scalability dan flexibility
Data center harus mampu beradaptasi dengan pertumbuhan kebutuhan yang cepat atau ketika adanya servis baru yang harus disediakan oleh data center tanpa melakukan perubahan yang cukup berarti bagi data center secara keseluruhan.
 Security
Data center menyimpan berbagai aset perusahaan yang berharga, oleh karenanya sistem keamanan dibuat seketat mungkin baik pengamanan secara fisik maupun pengamanan non-fisik.
6
II. 5 Virtualisasi Data Center
Cloud computing adalah bukanlah hal baru dalam model layanan IT. Melihat sejarah singkat cloud computing yang mulai digagas pada tahun 1960-an oleh John cCarthy, pakar komputasi MIT yang dikenal sebagai pioner intelejensia buatan, dalam visinya “suatu hari nanti komputasi akan menjadi infrastruktur publik seperti halnya listrik dan telepon”. Tonggak kemajuan konsep tsb terjadi pada tahun 1990-an setelah hadirnya konsep ASP (application Service Provider).
Cloud computing mempunyai 3 (tiga) jenis layanan, yaitu: Infrastructure as a service (IAAS), Platform as a services (PAAS) dan software as a service (SAAS). Sedangkan dari sifat jangkauan layanannya, terbagi menjadi Public Cloud, Private Cloud dan Hybrid Cloud. Tidak semua layanan di internet disebut cloud computing, namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi yaitu layanan bersifat “On Demand” yaitu pengguna dapat berlangganan sesuai dengan kebutuhan dan membayar sesuai yang mereka gunakan saja; layanan bersifat elastis/scalable yaitu pengguna bisa menambah atau mengurangi jenis dan kapasitas layanan sesuai kebutuhan users; layanan sepenuhnya dikelola oleh provider dan yang dibutuhkan oleh pengguna hanyalah PC/ notebooks lengkap dengan koneksi internet.
Data center adalah sumber input yang besar. Sistem khususnya pengalaman hardware bertahap. Masa hidup hardware hanya sekitar 3-5 tahun. Membutuhkan sumber listrik yang stabil dan dibutuhkan investasi yang sangat besar untuk membangunnya. Kemajuan bisnis khususnya untuk meningkatkan pelayanan masyarakat akan kebutuhan data dan layanan yang lain yang berhubungan dengan elektornik khususnya internet maka kebutuhan akan data center akan menjadi hal yang baru. Kebutuhan IT sumber data center akan fleksibel dan berkembang terus. Data center akan meningkatkan agility bisnis tetapi harus dipikirkan bagaimana mengurangi biaya secara substantional. Beberapa tahun ini, munculnya pemikiran tentang data center yang disebut sebagai Next Generation Data Center. Data center ini akan membantu untuk meningkatkan keefektifan dan efisiensi data center, yang biasanya menggunakan Virtualization Data Center. Next generation data center akan memiliki karakter sebagai a Service –Oriented. Bentuk utama next generation data center adalah virtualisasi data center yang memiliki alasan seperti memungkinkan untuk melakukan konsolidasi yang dapat memberikan keuntungan langsung pada pengurangan biaya operasi berkelanjutan dan meningkatkan efisiensi dari arsitektur server; meningkatkan kelanjutan bisnis dengan menjaga dan meningkatkan beban load secara available (aplikasi dan database) yang berjalan dalam data center; membangun dasar untuk lingkungan IT yang serba otomatis secara dinamis. Layer yang ditemukan pada next generation data center sama dengan layer yang ada pada physical data center. Gambar 2 memberikan gambaran umum tentang next generation data center (virtualisasi).
7
Aplikasi silo tidak dapat secara efektif untuk memenuhi tuntutan yang berkembang pada saat ini. Next generation data center mengkonsolidasi infrastruktur dan virtualisasi sumber daya dari sejumlah kecil komponen dan fasilitas yang menyimpan energi kilowatt-jam. Sumber daya data center tidak lagi didedikasikan untuk aplikasi tertentu tetapi secara logis ditugaskan untuk aplikasi yang diperlukan.
II. 6 IaaS,PaaS dan SaaS pada Data Center
Dengan adanya teknologi cloudcomputing diharapkan masalah yang disebut dapat teratasi dengan baik. Sedangkan untuk menerapkannya, masih ditemui sejumlah kendala, terutama kendala teknis mengenai infrastruktur teknologi cloud computing tersebut, yaitu masih terbatasnya akses internet di Indonesia, baik broadband maupun dial-up. Terbatasnya akses internet di Indonesia membuat teknologi ini tidak banyak digunakan secara luas. Kalaupun digunakan, penggunaannya masih sebatas pada aplikasi-aplikasi yang tersedia di internet (SaaS) dan belum menyentuh model PaaS dan IaaS. Selain itu, terbatasnya penerapan cloud computing di level organisasi dan kalangan bisnis di Indonesia diakibatkan oleh kendala teknis, khususnya pada masalah virtualisasi dan adanya keraguan akan jaminan security dalam penerapan teknologi ini. Sementara itu,PaaS (Platform as a service) berada diantara IaaS dan SaaS, dimana pada PaaS segala sesuatu yang mendasari aplikasi(misalnya server basis data dan server aplikasi) diletakkan sebagai bagian dari komputasi awan. Contoh untuk PaaS ini adalah Google Docs yang menawarkan platform untuk aplikasi-aplikasi Web yang dikembangkan menggunakan hard drive virtual.
Seperti yang telah tersirat di atas, permasalahan hilang (atau rusak)-nya data civitas perguruan tinggi di suatu instansi sesungguhnya dapat teratasi jika data civitas perguruan tinggi itu tidak secara langsung disimpan di server tersebut (yang mungkin saja rawan kerusakan), tetapi disimpan di suatu lokasi(baca : komputer server) yang diletakkan di suatu lokasi yang relatif aman. Pilihannya adalah: (1) Perguruan Tinggi memiliki infrastruktur (komputer dan jaringan antarkomputer) yang memang disiapkan untuk itu, atau (2) Perguruan Tinggi bisa memanfaatkan teknologi komputasi awan (cloud computing) (yang difasilitasi menggunakan jaringan Internet) sehingga manajemen Perguruan Tinggi tidak perlu lagi mempersiapkan infrastruktur yang mahal, melainkan cukup menyewa fasilitas-fasilitas yang diperlukan untuk mengembangkan aplikasi dari vendor-vendor yang menyediakan layanan-layanan komputasi awan itu, seperti Amazon, Salezforce, Google, Microsoft, Akamaisun, microsystems, symante, cmicrosft, dan sebagainya.
Gambar 3 Layanan Cloud Computing
8
Dalam hal ini, dipandang dari segi kemudahan dan relatif rendahnya biayanya, maka pengembangan aplikasi terkait menggunakan teknologi yang dimiliki oleh Google yaitu Google Docs adalah aplikasi word processor, spreadsheet, presentasi semacam Microsoft Office, yang berbasis di server yang memungkinkan siapapun, dimanapun, kapanpun untuk bekerja dan merasakan keamanan serta kemudahan penyimpanan data. Menggunakan teknologi yang dikembangkan Google (dalam jumlah dana sejumlah US$ yang relatif tidak terlalu besar dibandingkan dengan kalau harus mempersiapkan infrastruktur secara mandiri).
Google menghadirkan produk-produknya mulai dengan teknologi Cloud yang berbasiskan pada platform SaaS (Software as a Service), yaitu Google Apps. Google pun mulai merambah pada platform PaaS (Platform as a Service) yang menyediakan sebuah layanan cloud bagi para penggunanya untuk membuat atau menjalankan aplikasi pada komputer yang terdapat pada data center milik Google, akan tetapi memang terbatas pada bahasa pemrograman seperti Python, Java, PHP melalui versi spesial Quercus dan Go. Pada Google I/O 2012 diperkenalkanlah sebuah produk baru teknologi Cloud Computing dengan platform IaaS (Infrastructure as a Service) bernama Google Compute Engine, sebuah produk yang memperbolehkan penggunanya untuk menjalankan Linux Virtual Machine pada infrastruktur data center milik Google.
II. 7 Perkembangan Data Center di Masa Depan
Kian derasnya arus informasi yang didorong pesatnya teknologi internet, tantangan yang dihadapi dunia usaha dibidang infrastruktur teknologi informasi (TI) juga semakin besar. Terlebih dengan kecenderungan meningkatnya data atau big data yang kian sulit dihindari. Era big data kian nyata karena semakin banyaknya orang maupun industry terkoneksi internet yang menghasilkan data.
Karena itu harus dikelola dengan baik, mulai dari system penyimpanan untuk dikelola dan dianalisa sebagai bahan masukkan dalam mengambil keputusan yang strategis, yang tentunya menjadi tantangan yang harus diantisipasi melalui pengembangan infrastruktur TI maupun system data centernya.
Menurut laporan terbaru Greenpeace yang diterbtkan April 2014, data center Apple di tahun ini mendapat poin 100 persen untuk indeks energi bersih (clean energy index) tanpa pemanfaatan energi nuklir, batu bara, dan gas alam.
Apple mendapat nilai A untuk urusan transparansi, kebijakan, dan advokasi pada data center, serta mendapat nilai B untuk efisiensi energi. Sekitar 60 persen daya yang digunakan Apple untuk data center di Carolina Utara, berasal dari pembangkit listrik tenaga surya dan sisanya berasal dari sumber lokal yang dapat diperbarui.
"Komitmen Apple untuk energi terbarukan telah membantu menetapkan ambang baru bagi industri, menggambarkan secara sangat konkret bahwa internet terbarukan 100 persen berada dalam jangkauannya, dan menyediakan beberapa model intervensi bagi perusahaan lain yang ingin membangun internet berkelanjutan," tulis Greenpeace dalam laporannya.
9
Data center Apple selama ini melayani segala produknya yang berhubungan dengan internet, termasuk situs web Apple, toko konten multimedia iTunes, toko aplikasi dan gameApp Store, hingga layanan komputasi awan iCloud.
Sementara itu, beberapa perusahaan internet besar lain belum bisa disebut hijau. Amazon dan Twitter tercatat sebagai pelanggar terburuk versi Greenpeace. Begitu juga dengan LinkedIn, Zynga, Vimeo, Dropbox, dan Pinterest, dinilai masih memanfaatkan "energi kotor".
II. 8 Perkembangan Data Center Di Indonesia
Di era seperti sekarang data dan informasi memiliki peran penting dalam meningkatkan daya saing usaha, tak hanya perusahaan besar, bahkan para UKM sekalipun. Dengan kecenderungan ini, permintaan layanan solusi TI bagi dunia usaha diprediksi bakal semakin tinggi.
Karena itu Telkomsigma sebagai market leader di IT service akan gencar mengembangkan berbagai solusi teknologi informasi melalui pengembangan infrastruktur maupun penambahan kapasitas data center.
Sejak dikembangkan branding cloud tahun 2013, Telkomsigma mengembangkan layanan data center dengan menjalin mitra kerja dengan sejumlah perusahaan, salah satunya NetApp, terutama untuk keamanan system data center yang selalu menjadi perhatian para calon pengguna sebelum beralih ke system cloud ini.
Dalam hal ini Telkom Sigma telah mengembangkan 2 jenis layanan cloud, yakni SaaS dan IaaS. Di tahun 2014 Telkom Sigma akan membangun Data center baru yaitu di Balikpapan seluas 40.000 meter persegi, Bekasi 30.000 meter persegi dan Batam 1.000 meter persegi. Data center di Balikpapan berspesifikasi tier-3, Bekasi tier-4 dan di Batam tier-3. Dengan ekspansi ini hinga akhir tahun 2015 luas data center Telkomsigma akan mencapai 100.000 meter persegi.
Di tingkat Global data center Telkomsigma masuk dalam urutan 4 besar membuntuti Digital Reality dari Amerika Serikat seluas 800.000 meter persegi, Equinix (Amerika Serikat) seluas 400.000 meter persegi dan Singapura seluas 200.000 meter persegi.
BAB III KESIMPULAN
10
Kebutuhan Data Center dan Infrastruktur system penyimpanan data diprediksi akan menjolak sejalan dengan fenomena munculnya big dta (data Besar), terutama dipicu pesatnya perkembangan internet.
Peningkatan daya saing TI bukan sekedar menambah atau membeli unit storage atau data center baru, namun perlu mempertimbangkan teknologi yang bisa memberikan solusi tepat. Layanan Cloud Coputing merupakan solusi pemanfaatan teknologi komputasi dimana data informasi tersimpan di server melalui jaringan internet yang ditangani cloud provider.
Saat ini isu lingkungan terutama global warming menjadi tema sentral bagi pelaku bisnis teknologi. Isu ini pun mempengaruhi keberadaan data centre yang identik dengan kebutuhan listrik yang sangat besar untuk proses komputasi yang kontiyu yang berdampak pada permasalahan energy. Sehingga perusahaan penyedia data centre saat ini membutuhkan model baru data centre yang ramah lingkungan atau green data centre. Model baru ini pun dapat menjadi nilai tambah bagi perusahaan yang menerapkannya karena para konsumen akan melihat bahwa perusahaan yang menerapkan green data centre peduli pada aspek lingkungan.
Banyak cara untuk mengimplementasikan green data centre salah satunya dengan virtualisasi server. Kebanyakan server tidak bekerja secara optimal karena dipenuhi oleh informasi-informasi kuno atau software yang hanya digunakan pada waktu tertentu. Server-server yang sudah berumur pun cenderung boros energi dibandingkan dengan performa yang diberikan. untuk melakukan penghematan, server-server lama tersebut divirtualisasikan kedalam server baru sehingga terjadi penghematan energi. dengan melakukan virtualisasi pada server aplikasi dapat dibuat lebih fleksibel serta server virtual yang sedang tidak diperlukan dapat dimatikan. virtualisasi perangkat dapat menjaga jumlah dan tempat server serta memindahkan aplikasi ke lokasi fisikal yang berbeda sebagaimana dibutuhkan untuk mencapai efisiensi yang optimal.

Download Makalah Data Center.pdf