Saturday, May 24, 2014

Infrastructure as a Service LTE, Wi-Fi, Wi-Max, IPv6

IaaS – Infrastructure as a Service
 Sekilas Tentang LTE (Long-Term Evolution)
LTE adalah singkatan untuk Long-Term Evolution, umumnya dipasarkan
dengan nama 4G LTE. LTE adalah standar untuk komunikasi nirkabel data
berkecepatan tinggi untuk ponsel dan terminal data.
LTE pertama kali diusulkan oleh NTT DoCoMo dari Jepang pada tahun 2004,
dan studi tentang LTE secara resmi dilakukan pada tahun 2005. Pada bulan Mei
2007, LTE / SAE Trial Initiative (LSTI) mendirikan kolaborasi global antara
vendor dan operator dengan tujuan mempromosikan standar baru dalam
komunikasi data nirkabel secara global. Standar LTE diselesaikan pada bulan
Desember 2008, dan layanan LTE yang tersedia untuk publik pertama diluncurkan
oleh TeliaSonera di Oslo dan Stockholm pada tanggal 14 Desember 2009 .
Menurut standar, LTE memberikan kecepatan uplink hingga 50 megabit per
detik (Mbps) dan kecepatan downlink hingga 100 Mbps. Tidak diragukan lagi,
LTE akan membawa banyak manfaat bagi jaringan selular. Perkembangan
telekomunikasi menurut standar 3GPP terlihat pada gambar di bawah.
 Perkembangan LTE
Implementasi LTE saat ini, yaitu release 8, sebenarnya belum
memenuhi standar teknologi 4G, meskipun hampir semua operator
menyatakan sebagai 4G. LTE release 10, biasa disebut LTE Advanced
yang direncanakan mulai komersial tahun 2013, diharapkan benar-benar
I a a S – L T E , W I F I A / B / G / N / A C , W i M a x , I P v 6
Page 2
memenuhi standar IT-U sebagai teknologi ponsel generasi keempat atau
4G.
Perubahan siginifikan dibandingkan standar sebelumnya meliputi 3
hal utama, yaitu air interface, jaringan radio serta jaringan core. Di masa
mendatang, pengguna dijanjikan akan dapat melakukan download dan
upload video high definition dan konten-konten media lainnya, mengakses
e-mail dengan attachment besar serta bergabung dalam video conference
dimanapun dan kapanpun.
LTE juga secara dramatis menambah kemampuan jaringan untuk
mengoperasikan fitur Multimedia Broadcast Multicast Service (MBMS),
bagian dari 3GPP Release 6, dimana kemampuan yang ditawarkan dapat
sebanding dengan DVB-H dan WiMAX .LTE dapat beroperasi pada salah
satu pita spektrum seluler yang telah dialokasikan yang termasuk dalam
standar IMT-2000 (450, 850, 900, 1800, 1900, 2100 MHz) maupun pada
pita spektrum yang baru seperti 700 MHz dan 2,5 GHz.
LTE dipercaya mampu mengirim data sampai kecepatan 100 Mbps
untuk download dan 50 Mbps untuk upload. Jauh di atas kecepatan yang
biasa kita nikmati saat ini berksiar 1-3 Mbps. Dengan kemampuan ini,
pengguna yang akses Youtube serasa nonton televisi, tanpa streaming.
Bahkan untuk download game pun bisa secepat copy dari flashdisk!.
Semua itu bisa dinikmati hanya dengan ponsel atau tablet, tidak harus
menggunakan komputer dan kabel.
LTE memang menjanjikan pengalaman yang menarik, terutama
bagi para penggila internet. Hal tersebut telah dibuktikan oleh survey yang
dilaksanakan TeliaSonera pada beberapa bulan setelah menggelar LTE.
TeliaSonera mengungkap hasil riset sebagai berikut. Sebanyak 26 persen
pengguna lebih banyak bekerja secara mobile, 23 persen mengunggah file
yang lebih besar dari sebelumnya dan 19 persen pengguna lebih sering
menonton TV secara online / streaming.
I a a S – L T E , W I F I A / B / G / N / A C , W i M a x , I P v 6
Page 3
Gambar Penerapan LTE Desember 2013
Countries with commercial LTE service
Countries with commercial LTE network deployment ongoing
or planned
Countries with LTE trial systems (pre-commitment)
None
 Pengertian Wireless LAN ( WiFi )
Jaringan lokal tanpa kabel atau WLAN adalah suatu jaringan area lokal
tanpa kabel dimana media transmisinya menggunakan frekuensi radio (RF) atau
infrared (IR), untuk memberi sebuah koneksi jaringan ke seluruh pengguna dalam
area disekitarnya. Area jangkauannya dapat berjarak dari ruangan kelas ke seluruh
kampus atau dari kantor ke kantor yang lain dan berlainan gedung. Peranti yang
umumnya digunakan untuk jaringan WLAN termasuk di dalamnya adalah PC,
Laptop, PDA, telepon seluler, dan lain sebagainya. Teknologi WLAN ini memiliki
kegunaan yang sangat banyak. Contohnya, pengguna mobile bisa menggunakan
telepon seluler mereka untuk mengakses e-mail. Sementara itu para pelancong
dengan laptopnya bisa terhubung ke internet ketika mereka sedang di bandara,
kafe, kereta api dan tempat publik lainnya.
a) Perkembangan WiFi
a) 802.11
I a a S – L T E , W I F I A / B / G / N / A C , W i M a x , I P v 6
Page 4
Pada tahun 1997, Institute of Electrical and Electronics
Engineers (IEEE) membuat standar WLAN pertama. Mereka
menyebutnya 802.11 sesuai dengan nama kelompok yang dibentuk
untuk mengawasi perkembangannya. Sayangnya, 802.11 hanya
mendukung maksimum bandwidth jaringan 2 Mbps, terlalu lambat
untuk sebagian besar aplikasi. Sehingga produk ini kini tidak lagi
diproduksi.
b) 802.11b
IEEE mengembangkan kembali standar 802.11 pada awal Juli
1999 dengan menciptakan spesifikasi 802.11b. 802.11b
mendukung bandwidth sampai 11 Mbps. Sebanding dengan
kecepatan Ethernet. 802.11b menggunakan frekuensi radio yang
sama dan diatur pada sinyal (2,4 GHz ) sebagai standar 802.11
yang asli. Beberapa vendor lebih suka menggunakan frekuensi ini
untuk menurunkan biaya produksi mereka. Namun perangkat
dengan standar 802.11b lebih sering mendapatkan
interferensi/gangguan dari oven microwave, telepon nirkabel, dan
peralatan lain yang sama-sama menggunakan frekuesi 2,4 GHz.
Kelebihan: biayanya paling murah. Kekurangan: kecepatan
maksimumnya paling lambat; mudah terkena interferensi perangkat
lain.
c) 802.11a
Disaat IEEE melakukan pengembangan 802.11b, IEEE juga
melakukan pengembangan standard Wi-Fi lainnya yaitu 802.11a.
Karena 802.11b lebih popular, banyak orang mengira 802.11b
adalah pengembangan dari 802.11a, namun hal tersebut salah
kaprah karena faktanya standard 802.11a dan 802.11b
dikembangkan secara bersamaan. Perangkat yang menggunakan
standard 802.11a maksimal bandwidth dapat mencapai 54Mbps
dan menggunakan frekuensi kisaran 5GH. Namun dibandingkan
802.11b, jangkuan/rangenya lebih pendek karena semakin tinggi
frekuensi yang digunakan maka semakin pendek jarak yang dapat
dijangkau perangkat tersebut. Perbedaan frekuensi antara 802.11b
I a a S – L T E , W I F I A / B / G / N / A C , W i M a x , I P v 6
Page 5
dan 802.11a menyebabkan kedua perangkat tersebut tidak dapat
saling terhubung.
d) 802.11g
Pada tahun 2002 dan 2003, standard wireless baru yang dikenal
dengan 802.11g muncul di pasaran. 802.11g menggabungkan
keunggulan dari 2 standard sebelumnya sehingga mampu mencapai
maksimum bandwidth 54Mbps dan menggunakan frekuensi
2.4GHz untuk mendapatkan jangkauan yang luas. 802.11g sendiri
kompatibel dengan 802.11b, sehingga access point yang
menggunakan standard 802.11g dapat digunakan oleh perangkat
yang menggunakan standard 802.11b.
e) 802.11n
Standar IEEE 802.11n dirancang untuk memperbaiki standard
802.11g untuk maksimal bandwidth yang didukung dengan
menggunakan multiple wireless signal dan antena (disebut
teknologi MIMO)/ 802.11n memiliki kecepatan sampai 300 Mbps.
802.11n juga menawarkan jangkauan yang lebih baik. Kelebihan:
kecepatan maksimum tercepat dan jangkauan sinyal terbaik, lebih
tahan terhadap gangguan sinyal dari sumber luar, bisa berjalan
dalam 2 frekuensi baik 2,4GHz maupun 5GHz. Kekurangan: biaya
lebih mahal dari 802.11g, penggunaan beberapa sinyal sangat
mungkin mengganggu jaringan lain yang menggunakan standard
802.11b atau 802.11g.
f) 802.11ac
802.11ac adalah standard wireless terbaru dan masih dalam
pengembangan dan mungkin baru muncul di pasaran pada tahun
2014. Untuk kecepatan maksimum standard ini dapat mencapai
1Gbps, sama dengan kecepatan Gigabit Ethernet dan berjalan pada
frekuensi dengan range 5GHz.
g) 802.11ad
IEEE 802.11ad adalah standar yang diterbitkan yang
mendefinisikan baru lapisan fisik untuk 802.11 jaringan untuk
beroperasi di 60 GHz gelombang milimeter spektrum. Pita
frekuensi ini memiliki karakteristik propagasi yang berbeda secara
I a a S – L T E , W I F I A / B / G / N / A C , W i M a x , I P v 6
Page 6
signifikan dari 2,4 GHz dan 5 GHz di mana Wi-Fi jaringan
beroperasi. Produk menerapkan 802.11ad standar sedang dibawa
ke pasar di bawah nama merek WiGig. Program sertifikasi
sekarang sedang dikembangkan oleh Aliansi Wi-Fi bukan sekarang
mati WiGig Alliance. Tingkat transmisi puncak 802.11ad adalah
7Gbit / s
c) Jaringan WiMax
WiMax kepanjangannya adalah Worldwide Interoperability for Microwave
Access. WiMax juga bisa kita singkat BWA “Broadband Wireless Access”. WiMax
merupakan jaringan wireless yang hanya mencakup klasifikasi jaringan WMAN
“Wireless Metropolitan Area Network” yang memiliki kecepatan transfer rate data
per/bit yang cukup cepat berkisar antara 60-70 MBps dan memiliki jangkauan jarak
frekuensi yang mencapai hingga 50 KM.
Teknologi jaringan WiMax ini memiliki standar IEEE 802.16, merupakan
penggabungan antara standar WiMax dengan standar ETSI HiperMAN, teknologi
jaringan WiMax ini sangat cocok di terapkan pada daerah desa terpencil yang belum
adanya infrastruktur yang menyediakan layanan telekomunikasi dan sulitnya medan
untuk membuat jaringan telekomunikasi yang menggunakan kabel, maka dari itu
teknologi WiMax menjawab semua kesulitan tersebut dengan teknologi wireless yang
menggunakan frekuensi mencakup area yang cukup luas.
1) Spektrum Frekuensi dari Jaringan WiMax
Teknologi jaringan WiMax memiliki dua jenis band frekuensi sistem
wireless yaitu sebagai berikut :
I a a S – L T E , W I F I A / B / G / N / A C , W i M a x , I P v 6
Page 7
a) Licensed Band
License “Otoritas” yang membutuhkan adanya operator
yang memperoleh hak untuk menyediakan layanan pada
suatu daerah atau area dari regulator.
b) Unlicensed Band
Kebalikannya dari “Licensed Band” yaitu tidak
membutuhkan adanya lisense dan setiap orang bebas
menggunakan frekuensi di seluruh area pada daerah
tertentu.
Jadi, sebagai teknologi jaringan yang berbasis pada penggunaan
frekuensi, dalam pelaksanaan jaringan WiMax sangat tergantung pada
kesesuaian dan ketersediaan pada spektrum frekuensi.
2) Frekuensi Utama WiMax
WiMax telah menetapkan dua frekuensi utama yaitu sebagai berikut :
1. Fixed WiMax “Band 3.5 GHz dan 5.8 Ghz”
2. Mobile WiMax “Band 2.3 Ghz, 2.5 Ghz, 3.3 Ghz, dan 3.5 GHz”
3) Jenis Frekuensi WiMax
A. Non Line of Sight “NLOS”
Sama seperti kerja jaringan Wifi, dari sebuah perangkat gadget
yang memiliki antena untuk menghubungkan pada tower frekuensi
I a a S – L T E , W I F I A / B / G / N / A C , W i M a x , I P v 6
Page 8
WiMax yang memiliki range frekuensi antara 2-11 Ghz seperti layaknya
pada jaringan Wifi.
B. Line of Sight “LOS”
Ini berbeda dengan NLOS, perangkat antena parabola yang
mengarah langsung pada tower frekuensi WiMax yang memiliki range
frekuensi 66Ghz.
Teknologi jaringan WiMax pada dasarnya sama dengan teknologi jaringan Wifi,
namun pada kenyatannya jaringan WiMax berbeda dengan jaringan Wifi hanya pada konsep
dan prinsip kerjanya yang sama, Jaringan WiMax memiliki kecepatan yang lebih tinggi dan
daerah jangkauan yang lebih luas di bandingkan dengan teknologi jaringan Wifi, WiMax
dapat mengirim data dengan kecepatan 70 MBps sedangkan Wifi hanya dapat mengirim data
dengan kecepatan 54 MBps dan frekuensi WiMax dapat menjangkau area berkisar 30 mil “50
KM” sedangkan frekuensi Wifi hanya menjangkau area 100 feet “100 M”, telah kita ketahui
sebelumnya bahwa peningkatan dan penurunan kecepatan transfer rate data di tentukan dari
area akses yang kita tempati, bila kita mengakses data jauh dari tower frekuensi wireless
maka kecepatan transfer rate data yang kita terima menjadi kurang maksimal, namun
sebaliknya bila kita mengakses data di dekat tower wireless yang kita gunakan maka transfer
rate data yang kita terima akan sangat maksimal.
4) Next Generation Teknologi Jaringan Wireless
Seperti yang kita telah ketahui bahwa WiMax merupakan salah satu
dari jaringan Wireless dan WiMax ini berada pada kategori 4G yang
I a a S – L T E , W I F I A / B / G / N / A C , W i M a x , I P v 6
Page 9
merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya yang memiliki fiturfitur
yang lebih canggih di bandingkan dengan teknologi standar jaringan
sebelumnya.
Dari suatu fakta yang mengatakan bahwa teknologi jaringan 4G di
tanah air indonesia ini masih di katakan “Teknologi Jaringan Masa Depan”
namun, bila memang sudah ada Vendor atau Provider yang menyediakan
teknologi 4G ini, itu pun masih di katakan dalam tahap awal pengembangan
dan benar-benar belum maksimal dalam menyediakan layanannya.
Berbeda dengan teknologi jaringan di negara asing, telah ada vendor
ponsel yang menyediakan teknologi jaringan WiMax seperti “Samsung
Conquer 4G dan HTC EVO 4G”.
5) Teknologi WiMax 4G di Indonesia
Teknologi jaringan 4G merupakan teknologi jaringan masa depan di
negara indonesia ini dan bila benar ada vendor yang menyediakan teknologi
jaringan 4G ini itu hanyalah masih pada tahap awal pengembangan.
I a a S – L T E , W I F I A / B / G / N / A C , W i M a x , I P v 6
Page 10
Pada pertengahan tahun 2010 pada bulan Juni operator firstmedia
dengan nama Sitra WiMax yang merupakan sebuah vendor yang pertama
menyediakan layanan jaringan WiMax 4G di indonesia, sitra WiMax
merupakan bagian dari Lippo Group dari PT. Firstmedia tbk. Dalam
Launching layanan WiMax 4G pertamanya Sitra WiMax akan menyediakan
layanan Wireless Broadband 4G di daerah tertentu yaitu di coverage Jakarta,
Tanggerang, Depok, Bekasi, Bogor, Banten dan Sumatra Utara.
 IPv6
IPv6 (Internet Protocol version 6) adalah protocol generasi baru yang
menggantikan protocol versi sebelumnya (IPv4).
IPv6 dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF). Tujuan utama
diciptakan IPv6 karena keterbatasan ruang alamat di IPv4 yang hanya terdiri dari
32 bit.
I a a S – L T E , W I F I A / B / G / N / A C , W i M a x , I P v 6
Page 11
Sejak awal tahun 1990-an,organisasi Internet Enginering Task Force (IETF)
mulai menyadari bahwa suatu saat routing protocol IPv4 akan mengalami
keterbatasan dalam penyediaan alamat Internet Protocol (IP) dan mulai mencari
suatu routing protocol pengganti yang dapat menyediakan jumlah alamat IP lebih
banyak.Hal ini yang kemudian mengawali proses pengembangan IPv6 (IP next
generation) sebagai penerus IPv4.Untuk IPv6 ditetapkan menjadi salah satu
standar IETF melalui RCF 2460.
Perubahan ke IPv6 juga mendorong berkembangnya protokol-protokol baru
pada OSI dan TCP/IP sebagai penunjang protocil routing IPv6 itu sendiri, seperti
misalnya protokol baru Internet Control Message Protocol (ICMPv6),Neighbor
Discovery, dan Mlticast Listener Discovery (MLD) [1],[2]. Header IPv6 yang
lebih sederhana sehingga hal ini juga mempengaruhi infrastruktur network
keseluruhan.
IPv6 telah dirancang dengan skalabilitas yang tinggi agar dapat digunakan
dalam jangka waktu yang lama untuk terus memungkinkan pertumbuhan Internet.
Namun, penerapan IPv6 masih berjalan lambat dan masih terbatas dalam jaringan
internet tertentu.hal ini terjadi karena perangkat dan infrastruktur yang secara luas
digunakan dalam keseluruhan jaringan internet masih merupakan perngkat dan
infrastruktur dari IPv4, dan sepertinya masih akan terus berlangsung sampai
beberapa waktu ke depan. Akan tetapi cepat atau lambat pada akhirnya IPv6 akan
menggantikan dominasi dari IPv4 sebagai routing protocol.
I a a S – L T E , W I F I A / B / G / N / A C , W i M a x , I P v 6
Page 12
Sebelum perubahan infrastruktur sepenuhnya ke IPv6, maka diperlukan suatu
solusi di mana IPv6 harus dapat berdampingan dengan IPv4, keduanya harus
dapat saling berkomunikasi dengan compability yang sesuai.Apabila selama masa
transisi hal tersebut tidak dapat terpenuhi,maka dapat terjadi kekacauan pada
jaringn internet.Inilah yang membuat transisi dari IPv4 ke IPv6 dilakukan secara
bertahap.Sebagai salah satu solusi dari permasalahan ini adalah dengan
menggunakan metode Tunneling.
Mekanisme IPv6
Pada dasarnya IPv6 dikembangkan karena ada hal-hal yang tidak diantisipasi
saat IPv4 dijadikan standar protokol routing pada 1981 (RCF 791). IPv4 telah
terbukti tangguh,mudah di-implementasikan dan dioperasikan,dan telah melewati tes
skalabilitas dalam jaringan internet yang digunakan secara global sampai saat
ini.Namun desain IPv4 tidak mengantisipasi perkembangan pesat jaringan
internet,beberapa diantaranya adalah:
· Untuk Ipv4 adalah sebagai berikut:
a. Ketersediaan jumlah alamat IPv4 yang saat ini tidak akan mencukupi.
b. Kebutuhan akan konfigurasi yang lebih sederhana sekaligus keamanan pada level
protokol internet.
c. Layanan hanya bersifat best effort sehingga dibutuhkan QoS yang lebih baik.
· Sedangkan IPv6 didesain untuk memperbaiki masalah di atas, seperti :
a. Format header lebih sederhana
b. Space alamat lebih besar (128 bit)
c. Pengalamatan dan infrastruktur routing yang lebih efisien dan berbentuk hierarki.
d. Adanya opsi status konfigurasi pengalamatan.
e. Keamanan dan QoS lebih baik.
f. dan lain-lain.
Perbandingan IPv6 dan IPv4
Selain beberapa poin perbedaan yang telah di bahas sebelumnya diatas,secara lebih
spesifik masih ada lagi beberapa perbedaan lainnya.Secara garis besar, perbedaan lain antara
IPv4 dengan IPv6 adalah seperti dibawah ini
I a a S – L T E , W I F I A / B / G / N / A C , W i M a x , I P v 6
Page 13
PERBEDAAN IPv4 dengan IPv6
IPv4 IPv6
Pengalamatan 32 bit Pengalamatan 128 bit
Dukungan terhadap IPsec bersifat
Pilihan
Secara default mendukung IPsec
Header tidak mengidentifikasi QoS
oleh router
Terdapat flow label field pada
header,sehingga router dapat
mengidentifikasi QoS
Fragmentasi packet dilakukan oleh
sending host dan router
Hanya sending host yang melakukan
fragmentasi packet. Router mengirim
ICMPv6 ke sending host bila fragmen packet
terlalu besar dan membuangnya
Header mengandung checksum dan
Option
Header tidak mengandung cheksum dan
option di pindahkan ke header ekstensi
Address Resolution Protocol (ARP)
digunakan untuk menerjemahkan
alamat MAC dari alamat IP
Multicast Neighbor Solicitation Message
digunakan sebagai pengganti ARP
ICMP Router Discovery digunakan
untuk mencari default gateway terbaik
Menggunakan ICMPv6Router Solicitation
and Router Advetisement message
Mendukung sampai 576-byte ukuran
Packet
Mendukung sampai 1280-byte ukuran packet
Walaupun terdapat beberapa perbedaan antara pengalamatan IPv4 dengan IPv6, ada
hal-hal yang bisa dianggap ekivalen diantara keduanya,atau bisa dikatakan konsep
pengalamatan keduanya tetap memiliki beberapa persamaan. Hal-hal tersebut adalah seperti
dibawah ini;
PERSAMAAN IPv4 dengan IPv6
I a a S – L T E , W I F I A / B / G / N / A C , W i M a x , I P v 6
Page 14
IPv4 Address IPv6 Address
Class: A,B,C,D,E Konsep class dihilangkan
IPv4 Multicast addresses
(224.0.0.0/4)
IPv6 multicast addresses (FF00::/8)
Broadcast addresses Tidak menggunakan Broadcast
Unspecified addresses (0.0.0.0) Unspecified addresses (::)
Loopback addresses (127.0.0.1) Loopback addresses(::1)
Public IP addresses Global unicast addresses
Alamat IP Private (10.0.0.0/8),
(172.16.0.0/12), dan (192.168.0.0/16)
Alamat site-local (FEC0::/10)
Alamat Autoconfigured
(169.254.0.0/16)
Alamat link-local (FE80::/64)
Tipe Alamat pada IPv6
Berbeda dengan IPv4 yang menggunakan alamat Broadcast, fitur ini dihilangkan pada
IPv6 karena dianggap memberikan beban lebih kepada jaringan secara keseluruhan, terutama
pada suatu domain jaringan yang memiliki host dalam jumlah besar. Fungsi Broadcast ini
digantikan dengan Multicast. Terdapat tiga jenis alamat padaIPv6, yaitu :
a. Unicast
Suatu alamat unicast digunakan untuk mengidentifikasi suatu interface tunggal.
Sebuah packet yang ditujukan ke suatu alamat unicast akan dikirimkan ke interface yang
memiliki alamat unicast tersebut.
b. Multicast
Suatu alamat multicast digunakan untuk mengidentifikasi suatu kumpulan dari
beberapa interface,sehingga bila ada packet yang ditujukan ke suatu alamat multicast, akan
dikirimkan ke semua interface yang diidentifikasi alamat multicast tersebut. Alamat multicast
digunakan untuk komunikasi dari satu-ke-sekumpulan interface.
c. Anycast
I a a S – L T E , W I F I A / B / G / N / A C , W i M a x , I P v 6
Page 15
Suatu alamat anycast juga digunakan untuk menidentifikasi suatu kumpulan dari
beberapa interface, namun bila ada packet yang ditujukan ke suatu alamatt anycast maka akan
dikirimkan ke salah satu interface (dari sekumpulan tersebut) yang memiliki jarak terdekat
(routing distance terkecil).
2. Hubungan LTE, WI-FI, WiMax, dan IPv6 Dengan Cloud Computing
Pada dasarnya Cloud Computing atau Komputasi Awan membutuhkan
koneksi yang cepat dan bisa diakses dimana saja. Sama dengan salah satu
karakteristiknya yaitu Broadband Network Acces yang artinya cloud computing
harus dapat diakses dari mana saja, kapan saja, dengan alat apa pun, asalkan kita
terhubung ke jaringan layanan. Contoh HP, Tablet. Dengan adanya teknologi
infrastruktur jaringan LTE, WiMax, dan WI-FI yang menawarkan akses ke
internet yang lebih cepat maka cloud computing akan mudah dan cepat diakses
dimana saja.
Menurut sebuah makalah tahun 2008 yang dipublikasi IEEE Internet
Computing. Cloud computing adalah suatu paradigma di mana informasi secara
permanen tersimpan di server di internet dan tersimpan secara sementara di
komputer pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer
tablet, notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan lainlain.
Dapat disimpulkan tanpa akses internet Cloud computing tidak bisa
digunakan sehingga bisa dikatakan Cloud computing berhubungan erat dengan
Internet. Oleh karena itu infrastruktur jaringan seperti LTE, WIFI, WiMax sangat
berhubungan erat dengan cloud computing . Dan IPv6 sebagai solusi alamat
internet, dimana akan semakin banyak alat yang akan terhubung jaringan internet
untuk akses cloud computing.
I a a S – L T E , W I F I A / B / G / N / A C , W i M a x , I P v 6
Page 16
3. Predikasi perkembangan yang akan datang
Dengan Meningkat nya tren BYOD ( Bring Your Own Device ) pada
perusahaan mengakibatkan tren cloud computing juga meningkat . Predikasi
perkembangan infrastruktur jaringan seperti LTE,WiMax, Dan WI-Fi pun akan
meningkat dari sisi efisiensi pengunaan sprektrum gelombang radio, peningkatan
kecepatan internet, dan jangkauan gelombang radio yang akan lebih luas. Di sisi
IPv6 akan lebih cepat diadopsi .

Download Infrastructure as a Service LTE, Wi-Fi, Wi-Max, IPv6.pdf

No comments:

Post a Comment

Untuk bertanya seputar postingan kami diblog ini silahkan tanya di fb fanpage kami ..

Note: Only a member of this blog may post a comment.